Tuesday, August 1, 2017

Pengertian Sniffing dan Cara Penanggulangan Sniffing




PENGERTIAN SNIFFING MENURUT WIKIPEDIA

Sniffer Paket (arti tekstual: pengendus paket — dapat pula diartikan 'penyadap paket') yang juga dikenal sebagai Network Analyzers atau Ethernet Sniffer ialah sebuah aplikasi yang dapat melihat lalu lintas data pada jaringan komputer. Dikarenakan data mengalir secara bolak-balik pada jaringan, aplikasi ini menangkap tiap-tiap paket dan kadang-kadang menguraikan isi dari RFC (Request for Comments) atau spesifikasi yang lain. Berdasarkan pada struktur jaringan (seperti hub atau switch), salah satu pihak dapat menyadap keseluruhan atau salah satu dari pembagian lalu lintas dari salah satu mesin di jaringan. Perangkat pengendali jaringan dapat pula diatur oleh aplikasi penyadap untuk bekerja dalam mode campur-aduk (promiscuous mode) untuk "mendengarkan" semuanya (umumnya pada jaringan kabel).
Sniffer paket dapat dimanfaatkan untuk hal-hal berikut:
  • Mengatasi permasalahan pada jaringan komputer.
  • Mendeteksi adanya penyelundup dalam jaringan (Network Intusion).
  • Memonitor penggunaan jaringan dan menyaring isi isi tertentu.
  • Memata-matai pengguna jaringan lain dan mengumpulkan informasi pribadi yang dimilikanya (misalkan password).
  • Dapat digunakan untuk Reverse Engineer pada jaringan.
BEBERAPA CARA UNTUK PENANGGULANGAN SNIFFING
Caranya sebagai berikut :
  1. Tidak melakukan aktifitas yang sifatnya rahasia (misal, email, e- banking, chatting rahasia dll) pada suatu jaringan komputer yang belum Anda kenal, misalnya warnet atau kantor yang memiliki komputer yang sangat banyak yang dihubungkan dalam suatu jaringan
  1. Anda harus mengenal orang-orang yang memegang komputer dalam jaringan tersebut. Kenalilah dengan baik apakah mereka pengguna komputer biasa atau pengguna komputer yang memiliki pengetahuan hacking.
  1. Dengan mengganti semua HUB yang kita gunakan menjadi Switch, tentunya ini buka suatu pekerjaan yang mudah, namun dengan begitu minimal kita sudah sedikit menyusahkan si hacker untuk melakukan aksi sniffing dengan cepat dan mudah. Selain itu, kita juga bisa menggunakan protokol-protokol yang memiliki standard aman, misalnya penggunaan protokol-protokol yang sudah dilengkapi dengan enkripsi data untuk mengamankan data atau informasi yang kita miliki, dengan demikian minimal jika data/informasi kita sudah terenkripsi, data/informasi tersebut akan menjadi percuma oleh si tukang intip (hacker) karena informasinya tidak dapat dibaca, kecuali jika si hacker menggunakan strategi lain untuk membuka data/informasi tersebut.
Berikut beberapa contoh protokol yang aman yang bisa kita gunakan untuk melindungi informasi yang kita miliki : IPSec, SMB Signing, HTTPS, dan lain sebagainya. POP3 dan SMTP adalah salah satu protokol yang tidak aman karena mentransfer informasi dalam bentuk text yang dengan mudah bisa diintip oleh hacker, namun protokol ini biasanya digunakan oleh hampir semua orang dalam melakukan pengecekan email, denganalasan bahwa protokol ini sangat sederhana, cepat dan bisa bekerja dengan baik. Memang pilihan yang sulit terkadang tidak selamanya membuat kita nyaman atau terbebani, jika kita dihadapkan pada pilihan “gunakan dengan resiko sendiri atau tidak usah sama sekali menggunakannya”. Ada risiko yang harus kita tanggung, bahwa penggunaan enkripsi akan membuat bandwith yang terpakai menjadi jauh lebih besar dari seharusnya yang secara otomatis mengakibatkan koneksi menjadi lambat. Ini memangkabar buruk sehingga orang-orang berusaha menghindari penggunaan enkripsi kecuali untuk data-data yang dianggap penting dan rahasia saja

source :
wikipedia 
https://rodcysky.wordpress.com

0 comments:

Post a Comment